Minggu, 10 Maret 2013

Analisis 2 Jurnal mengenai asuransi

ANALISIS JURNAL MENGENAI SISTEM INFORMASI ASURANSI



Judul Jurnal: An Analysis of E-Insurance Practices in Pakistan: Current Status and
Future Strategies: The Case of a State Owned Pakistani Company

Penulis:
1. Muhammad Shaukat Malik (Institute of Management Sciences, Bahauddin Zakariya University Multan, Pakistan)
2. Ali Malik (Business School, University of Hertforddshire, Hertfordshire, UK)
3. Muhammad Zahir Faridi (Lecturer in Economics, Bahauddin Zakariya University Multan, Pakistan)

Analisis Jurnal:

Jurnal ini menganalisis mengenai peran IT pada perusahaan asuransi di Pakistan. Sekarang ini, IT sebagai pendukung penting pada perusahaan asuransi. Menggunakan sistem ERP, pengunaannya akan meningkat. Namun pada lingkungan bisnis volatile, industri asuransi sedang berjuang menemukan cara untuk membuat nilai yang berkelanjutan. Ada beberapa keterbatasan dalam penggunaan IT pada pelayanan asuransi. Beberapa produk asuransi tidak bisa disampaikan melalui web karena memerlukan proses underwriting yang kompleks tidak bisa didukung oleh real-time karena ada batasan yang melarang [Bill, 2004; Zamir,2006]

Beberapa perusahaan asuransi di Pakistan telah memanfaatkan sistem informasi. Sejumlah perusahaan membangun sistem sendiri, dan sebagian besar perusahaan lain membangun dan memusatkan sistem yang lengkap. Penulis menyelidiki bagaimana teknologi dapat berkontribusi untuk tujuan asuransi. Implementasi dari teknologi industri pada perusahaan asuransi SLIC sangat menyedihkan. Di masa sekarang, perusahaan sangat lambat meng-update sistem IT. Perusahaan banyak memiliki divisi IT namun dengan sistem kuno yang perlu diganti segera dengan sistem yang terbaru. Meskipun perusahaan telah mengembangkan beberapa sistem untuk memproses klaim, penggajian, underwriting, komisi, account, dll dan juga mengembangkan website dengan baik tetapi kurang memberikan aktivitas asuransi secara online/real time kepada penggunanya. Website hanya menyediakan informasi dasar mengenai perusahaan dan beberapa produk dan tidak lebih. Tidak ada konektifitas antara kantor cabang dan utama pada perusahaan SLIC. Terjadi redudansi data karena keterbatasan dari desain softwere aplikasi.

Kompetisi di industri asuransi sedang giat-giatnya. Globalisasi dan layanan konvergensi membuat perusahaan asuransi lebih sulit untuk bertahan. Di era teknologi modern, perusahaan asuransi di masa depan dapat bertahan apabila memanfaatkan teknologi. Sehingga ini saatnya untuk manajemen SLIC untuk meninjau kembali sistemnya. Perusahaan sebaiknya segera mengimplementasikan sistem ERP yang sejalan dengan perusahaan lain di dunia agar terintegrasi dan mengoneksikan online/real time terpadu antara semua kantor dan stakeholder.  Manajemen puncak harus memperhatikan lebih kepada divisi IT dengan visi dan inisiatif baru untuk membuat perusahaan online sebenarnya. 

-----------------------------------------------

ANALISIS JURNAL MENGENAI AGEN ASURANSI


Judul Jurnal: Strategic Intelligence Systems and the Independent Insurance Agent: Perception, Problems, and Potential

Penulis: 
1. Dr. Troy A. Festervand (Middle Tennesse State University)
2. Dr. Jack E. Forrest (Middle Tennesse State University)
3. Dr. Joe H. Murrey, Jr (University of Mississippi)

Analisis Jurnal:


Jurnal ini menganalisis mengenai pentingnya peran agen asuransi mandiri dalam penggunaan Strategic intelligence. Strategic intelligence merupakan wawasan yang diperoleh dari proses menspesifikasikan, mengumpulkan, dan menganalisis informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan strategi [Jain, 1993]. Informasi dikumpulkan harus mencerminkan kondisi masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Strategic intelligence system (SIS) menawarkan beberapa manfaat untuk agen mandiri dan induk organisasi : (1) memberikan masukkan penting dalam proses pengambilan keputusan strategis; (2) menciptakan visi strategis, yang berfungsi sebagai aspek penggerak operasi bisnis; (3) membandingkan layanan dan produk pesaing, strategi dan/atau praktik dapat diubah atau dibuat untuk setara atau lebih maju dari pesaing; (4) Strategic intelligence mewakili bentuk pelaksanaan organisasi menjaga kesesuaian organisasi dan (5) mewakili bentuk pelatihan yang membuat organisasi lebih analitis dan tanggap terhadap perubahan [Attanasio, 1988; Herring, 1988; McGaughey, 1988].


Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, terlihat keterlibatan agen asuransi mandiri dalam menjalankan SIS adalah yang paling sedikit. Penelitian penulis menunjukkan bahwa ketika SIS diakui keberadaannya oleh para agen, seringkali fokus mereka ada pada yang konvensional daripada isu dan kegiatan potentially strategic. Hasil juga memperlihatkan bahwa banyak masalah pada partisipasi agen yang membatasi kegiatan SIS. Apabila manfaat dari SIS dapat diwujudkan, agen asuransi mandiri harus mengerti, menyetujui, dan mempersiapkan untuk melaksanakan intelligence function, induk organisasi hanya menerima, mendukung, dan mengintegrasikan bidang intelligence menjadi kegiatan perencanaan strategis mereka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar